Nama : Prasetyo Haryo Putra
NPM : 201243500211
Mata Kuliah : Bhs Indonesia
Nama Dosen :
Randi Ramliyana
Kelas : S1B
Perkenalkan,
nama saya Prasetyo,, biasanya dipanggil Pras atau Tyo, saya ingin bercerita
beberapa pengalaman hidup saya sejak menjalani kuliah, walaupun rasanya berat
menjalani hidup sambil kerja dan kuliah, sayapaksakan saja demi masa depan
yang cerah dan gemilang.
Saya
adalah anak pertama dari dua bersaudara, adik saya masih duduk di Sekolah
Menengah Pertama (SMP), berhubung saya adalah tulang punggung keluarga, jadi
saya harus giat dalam mencari sesuap nasi demi keluarga dan diri sendiri
tentunya. Saya lahir di Jakarta
19 tahun yang lalu, saat ini saya tinggal bersama seorang adik dan kedua orang
tua saya. Saya berkampus di Universitas Indraprasta PGRI, atau biasa disebut UI
RANCO, hmm pelajarannya cukup mudah, tetapi kadang membuat pusing kepala.
Hari
pun berlalu, hari demi hari saya lewati bersama teman teman satu perjuangan
saya. Tidak tau kenapa hari ini saya mempunyai perasaan tidak enak, eh benar
saja, hari ini saya mendapat tugas dari mata kuliah bhs Indonesia, tugasnya adalah menulis sebanyak lima lembar, terserah mau
cerita apa saja boleh. Huft sungguh tugas yang membosankan. Baiklah dengarkan
cerita saya
Pagi ini saya bangun jam 7 pagi,
diluar kebiasaan saya yang belakangan bangun tidur rata-rata diatas jam
8, untuk kebanyakan orang mungkin gampang untuk bangun pagi tapi bagi saya itu
jadi hal yang sulit, faktor tugas pekerjaan yang melanda tiap malam dan harus
menyelesaikan tugas kampus hingga larut malam menyebabkan saya harus melewatkan
bangun pagi tiap harinya.
Hari
ini saya ada janji dengan salah satu teman untuk menghadiri pertemuan antar
karyawan di kantor pusat, hal inilah menyebabkan saya “terpaksa” bangun lebih
cepat, tapi tak apalah hitung-hitung saya bisa merasakankan kembali suasana
pagi yang ramai. Ramainya tapi gak kayak dipasar, ramai dengan kesibukan
khas warga komplek di pagi hari ada yang duduk di depan kamar sambilan pegang
cermin, ada yang mau mandi dan ada ada juga yang siap untuk ke kampus atau
tempat kerja plus suara alunan music rock dari band Avengend Sevenfold, System Of Down,
Bullet For My
Valentine dan kawan-kawan yang selalu menggema di kosan
sebelah tiap paginya tapi untunglah asal suara musiknya tidak persis dekat
kamar saya jadi gak sedikit menggangu tidur saya di pagi hari.
Kampus,
sudah sebulan lebih saya datang ke kampus, sudah lama tapi rasanya baru
beberapa hari gak ke kampus waktu memang cepat berlalu. Saya ke kampus bareng
teman saya, sedikit informasi tentang teman saya satu ini asli Bukittinggi
dengan ciri-ciri fisik tinggi 172 Cm berat 52 Kg , rambut keriting,
berkacamata dan katanya dia lebih ganteng dari saya. Saya dan teman-teman
sekampus biasanya memanggil dia Harri dengan panggilan Kitiang atau
Q-think (atau Keriting dalam Bahasa Minang) merujuk pada rambutnya Harri yang
keriting kayak mie sedap. Saya naik motor bareng
Kitiang ke kampus,,, perjalanan dari kosan ke kampus saja hingga sampai
masuk gerbang kampus, namun tiba-tiba hujan dengan derasnya,, kami sudah
prediksi bakal hujan karena memang awan sudah mendung, tapi dari pada kami
telat ngampus, Alasil teman saya dimana dosen pembimbingnya juga dosen
pembimbing saya dan Qthink. Hujan turun deras dengan terpaksa kami harus
berteduh di salah satu halte bus dekat kampus yang sudah penuh dengan para
mahasiswa yang juga ikut berteduh disitu.. sambilan berdiri menahan
kedinginan tiba-tiba ada seseorang yang bertanya pada saya.
Mr. X : Mas,
Kuliah di Unindra ?
Saya : Ya,,,
Mr. X : Numpang
tanya, bang… dimana tempat lapangan Badminton?
Saya : ….. (diam mode
: on)
sambil diam saya pikir
sepertinya gak pernah ada lapangan Badminton di Unindra (kampus saya) kalaupun
ada mungkin Ruangan Auditorium yang multi fungsi di sulap jadi Lapangan
Badminton, dari pada saya ragu saya tanya aja ke Kiting.
Saya : Tink,
Tau gak dimana Lapangan badminton ?
Q-think : Gak tau gue coy… rasanya ndak ada di Unindra Ko lapangan Badminton,
kalo lapangan parkir ada!
Mr. X : @#$%
Tiba-Tiba ada yang menjawab
Mr. Penolong : di
gedung Aneka Tambang bang, Ikut tanding Badminton, bang
Mr X : Ya, dimana
tempatnya, da ?
Mr. Penolong : Terus
aja lurus jalan ini
Mr. X : Makasih,
Bang
Saya dan Q-think :
@#$^*&^*
(bengong)
Ya, Beginilah
nasibnya kalo baru ke kampus jadi tidak tau ada kegiatan, acara, atau
perkembangan terbaru di kampus. Baru sebulan masuk kampus dah ketinggalan
banyak informasi ditambah lagi saya orangnya yang gak pernah update info
terbaru tentang kampus, gimana kalo udah setahun pasti sudah banyak berubah (ya
pastilah). kata Orang Bijak perubahan masalah hanya masalah
waktu siap tidak siap perubahan pasti terjadi…. #likalikumahasaiswatingkatakhir
Malam ini aku pulang dari
kampus saat jam menunjukkan pukul sembilan. Aku terkejut saat sampai di depan
pintu rumah. Sosok yang sudah lama tak berkunjung. Mas Agil, beliau adalah
mantan penghuni rumah ini. rumah yang beralamat di Keputih 3A No. 1 Jakarta
Selatan. Untuk sebuah alasan tertentu mas
Agil kembali ke Jakarta.
Sudah lama beliau tinggal di Aceh. Beliau menjadi dosen di salah satu
Politeknik disana. Sampai malam semakin larut kami saling berbagai cerita. Tapi
nampaknya beliau lebih banyak bercerita daripada aku. Inilah sepenggal
ceritanya.
Bulan pertama masuk, mahasiswa politeknik
dikenalkan dengan peraturan kampus. Peraturan yang ditulis dalam pasal-pasal
itu harus dipahami oleh semua mahasiswa. Peraturan itu berisi mekanisme kampus,
pelaksanaan studi, pelanggaran, dan sanksi bagi mahasiswa. Mas Agil bercerita
bahwa dalam satu kelas yang pada awalnya berjumlah 32 orang berkurang hingga 23
orang. Sembilan lainnya di Drop Out (DO) karena melanggar peraturan,
mendapatkan SP 1, 2, 3 dan akhirnya DO.
Namun
yang membuatku terkesan adalah ketika mas Agil menceritakan sistem pendidikan
di kampus tersebut. Mahasiswa masuk mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore dari
Senin sampai Jumat. Dalam sepekan, mahasiswa mendapatkan 2 hari materi dan 3
hari praktikum.
Sebagai
contoh mahasiswa politeknik akutansi. Sistem di politeknik itu mewajibkan
mahasiswa akutansi saat datang ke kampus dalam keadaan berpakaian kantor.
Berjas, sepatu kantor, dan dasi. Ruang praktikum diseting bak ruang kerja
kantoran. Mata kuliah pertama adalah mengetik sepuluh jari. Jadi mahasiswa
akutansi seminggu pertama kuliah harus berlatih menggunakan sepuluh jarinya
untuk memencet keyboard. WOW! Selanjutnya pelajaran menghitung uang dengan
cepat, managemen, dll.
Kurikulum
politeknik ini sangat flexible. Jadi penentuan matakuliah, sks, praktikum dan
sistem pendidikannya disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada. Kurikulum
ditentukan dari rapat dosen dan pihak industri sehingga pendidikan kampus
sejalan dengan perkembangan industi saat ini. Aku melonggo dibuatnya.
Sistem
disana disebut ‘Production based on Education’. Mahasiswa dituntut untuk dapat
memproduksi suatu barang. Misalkan suatu perusahaan meminta pihak kampus
membuat air minum dalam kemasan. Kemudian pihak kampus membagi-bagi kelompok
mahasiswa yang sedang praktikum untuk membuat tutup botol, botol, air minum,
dan label kemasan. Mahasiswa yang dapat membuat barang tersebut sesuai spec
akan mendapatkan nilai A begitu juga sebaliknya. Barang yang dibuat tersebut
kemudian diproduksi sehingga pihak kampus juga mendapat keuntungan.
Mahasiswa
politeknik dengan banyak sekali praktek dalam pengajarannya ini dipersiapkan
untuk benar-benar siap dilapangan kerja. Untuk magang sendiri diberikan waktu
satu semester sampai mahasiswa tersebut benar-benar memiliki skill yang bagus.
Tidak jarang mahasiswa tersebut saat magang sudah ditawari untuk bekerja
ditempat dia magang. Saat wisuda pun, banyak lulusan yang tidak menghadirinya
dikarenakan sudah diterima bekerja di Industri. Saat bursa karier diadakan pun
mahasiswa lulusan politeknik banyak yang masuk tanpa tes.
Berbeda dengan mahasiswa S-1 dan
sistem pembelajarannya yang saya rasakan saat ini. Namun apapun itu, suatu
sistem pasti memiliki kelemahan. Kelemahan dalam sistem pendidikan di kampus politeknik
adalah ilmu sosial yang kurang karena mahasiswa yang dituntut untuk praktek
terus-menerus memiliki kepribadian yang kaku. Ilmu komunikasi, leadership,
managemen, dan decision making kurang didapat didalam sistem tersebut.
Setelah
mesin pembuat pusing itu nyeloteh panjang lebar, dengan berat hati, saya
langsung menstop pembicaraan berhubung haru sudah larut. Bila tidak distop maka
habis lah saya mendengar ceritanya sampe pagi. Besok sudah kembali ketempat
kerja dan malamnya kembali kuliah, ya tuhan semoga tidak ada lagi tugas yg
bikin ribet kya gini, #upz ngarep.
Begitu
beratnya mencari sesuap nasi, tetapi saya harap tuhan punya jalan untuk saya
lebih baik di masa depan. Apakah sudah lima
lembar belum ya,, hhe. Ternyata sudah. Baiklah berhubung waktu dan tangan saya
sudah pegel menulis panjang lebar tanpa pikir panjang.
Ya
sekiranya cukup sekian dari saya, saya bingung mau nulis apalagi hhe,,Di atas
adalah beberapa cerita yang saya alami di kehidupan saya, tadinya saya ingin
bercerita tentang perjalanan cinta, tetapi saya pikir itu sudah biasa. Oleh
sebab itu sya membuat cerita tentang yang saya alami di kehidupan saya lampau,
mohon maaf bila cerita saya kurang berkenan. Trimakasih.